Wah,Ternyata Ini Goyangan Fani Yang Buat AKBP Fajar Lupa Bini Anak, 4X Dicelop

Wah,Ternyata Ini Goyangan Fani Yang Buat AKBP Fajar Lupa Bini Anak, 4X Dicelop

 

 


Fani, Mahasiswi Usia 20 tahun di Kupang sedang trending di sosial media, karena terlibat dalam kejahatan seksual bersama Mantan Kapolres Ngada, NTT.

Fani terlibat sebagai penjual/pemasok anak 6 tahun untuk dicabuli oleh Kapolres Ngada di Hotel. Maka dari itu, ada beberapa teman yang bongkar kehidupan keseharian Fani di kampus.


Sosok Fani Di Mata Teman-temannya,Si Penjual Anak Bapa Kos Ke Kapolres Ngada

Fani adalah alumni SMA Negeri 1 Soe. Orangtuanya dikabarkan punya rumah di Kelurahan Fontein Kota Kupang, suku Sabu. 

Dua orang teman Fani yang ditemui media ini bercerita tentang sosok Fani yang kini jadi trending topik. Mereka mengaku sangat kage dengan berita yang menyeret Fani dalam dunia hitam ini. 

Mereka kanal Fani sangat baik dan asik dalam bergaul. Dia juga biasa-biasa saja, tidak ada sedikit pun menaruh curiga kalau dia sedang terjun dalam lembah hitam ini. Tidak ada perubahan fisik yang signifikan. 

Mereka curiga, Kapolres Ngada baru pelanggan pertama Fani dan dia berulang kali kencan dengan Kapolres. Fani aktif dalam bergaul, dan banyak teman. 

Jadi, orangtua dan teman-temannya benar-benar kaget atas kejadian ini. Termasuk bapa kosnya, yang selama ini, bergaul baik dengan anak-anak dan keluarga bapa kosnya. 



 Pengakuan Orangtua Korban bocah 6 tahun

Sumber: Viral Kupang-NTT
Lihat Vidio >> Disini


Jurnalis TV One melakukan wawancara ekslusif terhadap ibu kandung dari korban yang adalah bocah 6 tahun yang dicabuli oleh Mantan Kapolres Ngada, KBP Fajar. 

Dalam wawancara itu, ibu korban dengan suara gemetar karena sakit hati anaknya dibuat begitu oleh Kepolres dan juga Fani, mahasiswi di Kupang yang menjual anaknya ke Kapolres. 

Lihat Vidio >> Disini

Ibu korban mengaku, Ploda NTT panggil dia untuk ambil keterangan, termasuk visum anaknya di RUmah Sakit Bayangkara, dan juga mmperlihatkan vidio anaknya saat di Cabuli oleh AKBP Fajar di Hotel di Kupang. Dia sangat terpukul dengan itu semua. Apa lagi ini dilakukan oleh pejabat sekelas Kapolres.

Lihat Vidio >> Disini

Pada saat kejadian, Fani mengajak korban ke Hotel, lalu ketika korban tidur, Fajar masuk ke kamar, dan Fani keluar, tunggu di Kolam Renang. Saat itulah AKBP Fajar melancarkan aksinya, sambil direkam.

Vidio itu iya jual ke situs porno di Australia. Polisi Australia menemukan vidio itu, lalu melaporkannya ke kementrian Perlindungan anak di Indonesia. Maka semuanya terbongkar.

Perihal anaknya bisa dijual oleh Fani ke Fajar, ia mengaku tidak ada curiga sedikit pun Fani akan berbuat sekejam itu kepada anakknya yang masih kecil itu. 

Ia mengaku percaya kepada Fani untuk menjaga anaknya, karena diajak untuk jalan-jalan saja. Tidak taunya, Fani menjual anaknya. 

Ketika anaknya pulang dengan membawa uang 100 ribu yang diberikan oleh Fani setelah dicabuli Fajar, ia sempat bertanya uang dari mana. Anaknya menjawab uang dari bapaknya Fani. 

Sebagai informasi, Fani jual korban 3 juta kepada AKBP Fajar, lalu Fani kasih uang 100 ribu kepada korban usai dicabuli. 

Kini Fani dan AKBP Fajar menjadi tersangka atas kasus ini. Keduanya sudah ditahan pihak kepolisian. 

Selain UU perlindungan Anak, AKBP Fajar juga dijerat UU penyalahgunaan narkoba. Sedangkan Fani, dijerat UU TPPO atau Tindak Pidana Perdagangan Orang.